FolksInsight.com - Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo, mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya mengintegrasikan aspek sosial dan ekonomi dalam setiap tahap pemulihan guna menciptakan dampak yang lebih holistik bagi masyarakat terdampak.
Menurut Wahyu, pemulihan yang hanya mengejar pembangunan infrastruktur sering kali mengabaikan kebutuhan mendasar warga yang kehilangan mata pencaharian atau mengalami trauma sosial. Ia menilai pemulihan yang berkelanjutan harus dimulai dari penguatan sistem dan peningkatan kesadaran masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah yang menargetkan pemulihan Sumatra tidak sekadar pulih, tetapi menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Wahyu menyoroti adanya kesenjangan sistem yang kerap menghambat efektivitas pemulihan. Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi antara negara, komunitas, dan para aktor pemulihan untuk memperbaiki cara penanganan bencana ke depan. Pendekatan yang menyeluruh diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi jangka panjang, seperti pemulihan usaha kecil dan stabilitas lapangan kerja di wilayah terdampak.
Dengan demikian, pemulihan pascabencana tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri kembali, tetapi juga dari pulihnya taraf hidup dan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat. Perhatian terhadap aspek non-fisik ini menjadi kunci agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia

