FolksInsight.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, masih terus berkobar. Api bahkan hampir menjilat Gardu Induk PLN dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di wilayah tersebut, memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan listrik bagi masyarakat.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan harapannya agar api segera padam dan tidak semakin meluas hingga mengancam infrastruktur kelistrikan vital tersebut. Berdasarkan data Satuan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, hingga Juli 2026 tercatat sudah ada 17 kejadian karhutla yang menghanguskan sekitar 26 hektare lahan di Lamandau. Petugas terus berupaya melakukan pemadaman dan patroli untuk mencegah meluasnya kobaran api.

Usul Pajak Kendaraan Listrik Jakarta Tertahan UU, Pemprov Cari Solusi Kompensasi

Kesedihan Mendalam: Praka Farizal Gugur Kena Mortir Israel Saat Tengah Salat Isya di Lebanon, Ini Kronologi Lengkapnya

Bukan Satu, Tiga Kali Gempa Guncang Indonesia dalam SehariBukan Satu, Tiga Kali Gempa Guncang Indonesia dalam Sehari
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena ancaman karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu operasional kelistrikan yang melayani kebutuhan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan agar api tidak merambat ke area gardu induk dan sutet.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia
