FolksInsight.com - Otoritas Nepal memulai pemakaman massal untuk jasad korban banjir yang belum teridentifikasi di kawasan hutan Devghat, Distrik Chitwan, pada Senin, 31 Agustus 2026. Ribuan orang kehilangan nyawa dalam bencana banjir bandang yang melanda Nepal baru-baru ini, dan banyak dari mereka belum diklaim atau dikenali oleh keluarga.
Proses pemakaman ini dilakukan dengan sistem pencatatan yang cermat, termasuk pengambilan sampel DNA dari setiap jenazah sebelum dimakamkan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan identifikasi di kemudian hari. Menurut data dari berbagai sumber, sebanyak 734 jenazah telah ditemukan, dan ratusan di antaranya belum teridentifikasi. Pihak berwenang Nepal berharap dengan adanya sampel DNA, keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dapat segera menemukan dan mengenali jenazah mereka.
Peristiwa serupa juga terjadi di Indonesia, di mana 24 korban banjir bandang dan tanah longsor yang belum teridentifikasi dimakamkan secara massal di Padang, Sumatera Barat, pada 10 Desember 2025. Dalam pemakaman tersebut, proses doa bersama dilakukan di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sebelum jenazah dimakamkan. Kejadian di Nepal dan Indonesia ini menyoroti pentingnya manajemen bencana dan kebutuhan akan prosedur identifikasi yang efektif untuk korban bencana alam.
Duka mendalam menyelimuti proses pemakaman massal ini. Pemerintah Nepal terus berupaya memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi para korban, meskipun identitas mereka belum diketahui. Semoga langkah ini dapat memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga yang masih mencari anggota keluarganya yang hilang.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia


