FolksInsight.com - Polda Metro Jaya hingga saat ini masih melakukan penghitungan total nilai kerusakan yang terjadi akibat kerusuhan pada Kamis (27/8) malam di sekitar Gedung DPR/MPR. Kerusuhan yang pecah setelah aksi demonstrasi berlangsung ini menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak, termasuk kamera CCTV dan pos polisi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan jumlah maupun jenis fasilitas yang mengalami kerusakan. Pendataan masih berlangsung, termasuk kemungkinan kerusakan pada fasilitas transportasi umum. "Kami belum mendapat data pasti, tetapi nanti kami juga akan melakukan inventarisasi terkait kerusakan-kerusakan yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis malam.
Kerusuhan ini terjadi setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) selesai menyampaikan aspirasi dan meninggalkan lokasi. Namun, sejumlah massa dari elemen lain masih berdatangan dan melakukan tindakan perusakan serta pembakaran di sekitar gerbang Gedung DPR/MPR. Dalam pengamanan aksi tersebut, polisi menangkap 322 orang yang diduga terlibat, yang terdiri dari 162 orang dewasa dan 160 anak. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti golok, gunting, ketapel, dan mata panah.

THR Harus Lunas, Tidak Boleh Dicicil! KSPI Jateng Minta Perusahaan Nakal Ditindak Tegas

Padati Malioboro Saat Lebaran, Ratusan Ribu Kendaraan Didominasi Pelat Luar, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Kabar Gembira Pemudik! Tol Bawen-Ambarawa Siap Difungsionalkan, Simpang Bawen Diharapkan Tak Lagi Macet Total
Peristiwa ini juga menimbulkan korban jiwa. Seorang pria bernama Bambang Setyawan (59) meninggal dunia setelah dikeroyok massa tak dikenal. Polisi masih mendalami keterlibatan masing-masing orang dalam rangkaian kerusuhan tersebut.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia
