00:00:00
-
-
Dunia

COP30 di Belém: Negara Kepulauan Desak Komitmen 1,5°C di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi Global

COP30 di Belém: Negara Kepulauan Desak Komitmen 1,5°C di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi Global

Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) resmi digelar di kota Belém, Brasil, sejak 10 November 2025, membawa nuansa baru sekaligus urgensi tinggi dalam negosiasi global.

FolksInsight.com — Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) resmi dibuka di Belém, Brasil, sejak 10 November 2025. Pertemuan tingkat tinggi ini membawa urgensi baru dalam negosiasi global, terutama terkait komitmen menjaga pemanasan global di bawah 1,5°C dan kebutuhan pendanaan iklim bagi negara rentan. Negara Kepulauan: “Ini Soal Hidup dan Mati” Sejumlah negara kepulauan menyampaikan desakan tegas agar target 1,5°C tetap menjadi batas mutlak. Mereka menegaskan bahwa kenaikan suhu di atas ambang tersebut akan berdampak langsung pada hilangnya daratan, meningkatnya gelombang badai ekstrem, dan ancaman tenggelamnya negara mereka secara permanen. “Bagi negara besar angka ini adalah statistik. Bagi kami ini adalah kehidupan dan kematian,” tegas perwakilan negara kepulauan dalam sesi pleno. Ketua Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC), Jim Skea, memperingatkan bahwa dunia hampir pasti akan melewati ambang 1,5°C jika tidak dilakukan pemotongan emisi secara drastis dan segera. Kesehatan Jadi Isu Strategis COP30 turut menyoroti hubungan langsung antara perubahan iklim dan kesehatan publik. Brasil bersama lembaga kesehatan internasional meluncurkan Belém Health Action Plan, sebuah rencana aksi global untuk memperkuat sistem kesehatan agar mampu menghadapi gelombang panas, penyakit menular akibat iklim, hingga tekanan pada infrastruktur kesehatan di negara berkembang. Program ini menekankan penggunaan data, teknologi digital, dan sistem peringatan dini untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas. Krisis Pendanaan Iklim Pendanaan menjadi isu paling krusial dalam negosiasi COP30. Negara berkembang menagih komitmen pembiayaan yang selama ini belum sepenuhnya dipenuhi oleh negara maju, termasuk dukungan untuk adaptasi iklim, transfer teknologi, dan transisi energi bersih. Brasil sebagai tuan rumah menegaskan pentingnya memperbarui kesepakatan Paris agar lebih mengikat dan adil secara finansial. Pemerintah Brasil juga mendorong penyepakatan mekanisme pendanaan baru sebelum COP berikutnya. Protes, Infrastruktur, dan Geopolitik Di luar arena konferensi, aksi protes kelompok adat dan aktivis lingkungan mewarnai berlangsungnya pertemuan. Mereka menolak proyek infrastruktur yang dianggap mengancam hutan Amazon dan menuntut pengakuan yang lebih kuat terhadap hak masyarakat adat. COP30 juga mendapat sorotan karena lonjakan harga akomodasi di Belém, yang dinilai menghambat partisipasi delegasi dari negara-negara berpendapatan rendah. Ancaman Perlambatan Ekonomi Global Konferensi ini berlangsung di tengah kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Lembaga keuangan internasional memproyeksikan pertumbuhan global tahun 2025 hanya berada di kisaran 2,3–2,4%, turun dari perkiraan sebelumnya. Tingginya beban utang, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian geopolitik diperkirakan akan memperberat upaya negara berkembang dalam melakukan transisi energi dan adaptasi perubahan iklim. Implikasi dan Masa Depan Jika target 1,5°C gagal dipertahankan, negara kepulauan dan wilayah pesisir berisiko kehilangan daratan dalam beberapa dekade ke depan. Belém Health Action Plan berpotensi menjadi tonggak penting kesehatan global berbasis iklim, namun membutuhkan pendanaan dan implementasi nyata. Pendanaan iklim menjadi penentu apakah transisi energi dapat berjalan adil atau justru memperlebar kesenjangan antara negara maju dan berkembang. Kesimpulan COP30 bukan sekadar forum perundingan rutin — ini adalah ujian moral dan politik dunia. Dengan ancaman krisis iklim dan perlambatan ekonomi terjadi bersamaan, keputusan yang diambil di Belém akan menentukan apakah dunia memilih mengamankan masa depan, atau hanya mengulangi komitmen tanpa tindakan. Redaksi Dunia – FolksInsight.com

Berita Terkait