00:00:00
-
-
DUNIA Internasional

Misteri Penerbangan Gaza ke Afrika Selatan: Pengungsi Tanpa Dokumen, Penipuan di Tengah Krisis?

Misteri Penerbangan Gaza ke Afrika Selatan: Pengungsi Tanpa Dokumen, Penipuan di Tengah Krisis?

Merespons krisis yang berkembang, Presiden Cyril Ramaphosa segera mengumumkan penyelidikan menyeluruh oleh badan intelijen negara dan Departemen Dalam Negeri. Setelah negosiasi dan tekanan publik, Afrika Selatan akhirnya memberikan visa 90 hari kepada para pengungsi, memungkinkan mereka untuk masuk sementara ke negara itu.

JOHANNESBURG – Sebuah insiden penerbangan misterius yang membawa 153 pengungsi Palestina dari Jalur Gaza ke Afrika Selatan pada 13 November 2025 telah mengguncang negeri itu, memicu kekhawatiran serius mengenai transparansi, potensi penipuan, dan celah keamanan. Para pengungsi tiba tanpa dokumen lengkap, memunculkan pertanyaan besar tentang siapa yang mengatur perjalanan kompleks ini di tengah krisis kemanusiaan Gaza.

Penerbangan Aneh dan Kejanggalan Dokumen

Pesawat carteran itu dilaporkan melakukan perjalanan melalui Nairobi, Kenya, sebelum mendarat di Bandara Internasional OR Tambo, Johannesburg. Yang mencurigakan, banyak dari 153 penumpang tidak memiliki stempel keberangkatan dari Gaza atau tiket pulang, mengindikasikan bahwa perjalanan ini tidak diatur melalui jalur resmi atau transparan. Pihak berwenang Afrika Selatan awalnya menolak masuk mereka, menciptakan ketegangan diplomatik dan kemanusiaan.

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Intervensi Pemerintah dan Reaksi Publik

Merespons krisis yang berkembang, Presiden Cyril Ramaphosa segera mengumumkan penyelidikan menyeluruh oleh badan intelijen negara dan Departemen Dalam Negeri. Setelah negosiasi dan tekanan publik, Afrika Selatan akhirnya memberikan visa 90 hari kepada para pengungsi, memungkinkan mereka untuk masuk sementara ke negara itu.

Namun, keputusan ini tidak meredakan kemarahan di kalangan aktivis pro-Palestina, yang mengutuk kurangnya transparansi dan potensi risiko keamanan dari penerbangan semacam itu. Mereka menuntut kejelasan mengenai pihak-pihak yang terlibat dan motif di balik perjalanan ini.

Organisasi Tak Terdaftar di Balik Layar

Kedutaan Besar Palestina di Afrika Selatan mengeluarkan pernyataan mengejutkan, menyebut penerbangan itu diatur oleh "organisasi yang menyesatkan dan tidak terdaftar." Organisasi tersebut diduga telah menipu keluarga pengungsi yang putus asa di Gaza, memanfaatkan kondisi kemanusiaan yang mengerikan di sana.

"Ini adalah tindakan eksploitasi yang kejam terhadap orang-orang yang paling rentan," kata seorang juru bicara Kedutaan Besar Palestina. "Kami menyerukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa di balik organisasi ini dan bagaimana mereka bisa melakukan perjalanan semacam itu tanpa otorisasi yang jelas."


#pengungsi #gaza #misteri #dunia #international

Berita Terkait